Sebuah coffee shop nggak jauh dari tempat kerja, sempat membuat saya jatuh cinta sama desserts manis kaya rasa.

Tempat ini bernama “Luhtu’s Coffee Shop”. Namanya yang unik dan Bali banget ini awalnya membuat saya curious dengan menu makanan penutup yang kata guru bahasa Korea saya, worth to try, termasuk menu kopinya juga. Anyway, alasan saya mengatakan nama tempat ini Bali banget karena nama Luhtu adalah kependekan dari Luh Putu yang merupakan panggilan untuk orang Bali, tepatnya anak sulung perempuan.

Sepulang kerja, saya mencoba melipir menuju areal pusat pariwisata Sanur bersama salah satu teman SMA yang merupakan seorang coffee addict dan saban hari menyambangi Starbucks. Lagi bokek, sih, dianya… jadi mau-mau saja mampir kesini karena harganya jelas lebih reasonable ketimbang merek kopi impor yang satu itu. Hihihi.

Apesnya, kami sempat nyasar karena malah mengikuti petunjuk Google Maps. Padahal sudah jelas sekali sebelumnya saya diberi arahan bahwa lokasi ini tepat berada di Pantai Sindhu, Sanur. Jadilah perjalanan yang semestinya hanya 5 menit dari Jalan Sekuta malah memakan waktu hingga 25 menit. 

Tiba di Pantai Sindhu, kami lega karena akhirnya menemukan Luhtu’s Coffee Shop lengkap dengan standing menu sebagai referensi sebelum memesan.

Tanda kalo kamu udah sampai di Luhtu’s Coffee Shop. Jangan sampe nyasar seperti saya, ya…

Begitu masuk, kami langsung disuguhi aroma manis dari sebuah display penuh dengan menu cakes andalan.

Ketika menyebutkan outdoor table, kami langsung diantar ke deretan meja dan kursi di tepi Pantai Sindhu. Cocok sekali jika ingin menikmati angin sepoi-sepoi dan menghirup udara basah pantai yang khas. Kalau nggak mau masuk angin, areal indoor-nya juga menyuguhkan view yang bagus kok, karena menghadap langsung ke arah pantai.

Yak, akhirnya kami siap memesan. Selain kopi dan desserts, Luhtu’s juga menyediakan menu breakfast hingga dinner. Harganya mulai dari 20K untuk varian menu kopi dan juga satu potong dessert. Benar-benar worth to try!

Tak menunggu berapa lama, akhirnya pesanan kami datang. Satu latte dan plain pancake dengan topping vanilla ice cream menjadi pilihan teman saya. Oh ya, pancake-nya nggak terlalu recommended. Jika ekspektasimu adalah plain pancake dua atau tiga layer dengan saus madu di atasnya untuk harga lebih di atas 20K, maka lupakan! Pancake yang dipesan bentuknya kurang lebih mirip crepes dan kamu akan dapat 1 layer aja. Ugh, emang dasarnya teman saya lagi apes, hahaha. Tapi dia cukup puas dengan latte art yang bertengger manis di atas cangkir latte-nya.

That smiling cookie…
And a slice of Apple Pie.

Sementara itu, saya puas melepas lelah dengan menikmati sore di pinggir pantai. Semakin manis rasanya ketika dilengkapi dengan satu slice apple pie, secangkir macchiato, suara ombak bergulung pelan konstan dan seorang teman bicara.

Thank you for reading, fellas!
Lots of love,