Sabtu pagi yang mendung, saya dan kru Emvee Magazine’s berkesempatan untuk melipir ke arah Bedugul, tepatnya Bali Treetop Adventure Park, berlokasi di area Bali Botanical Garden, Bedugul. Setelah menempuh perjalanan cukup panjang, sekitar 70 kilometer ke arah utara Denpasar, hawa sejuk menyambut kami, sesejuk sambutan Ibu Dwi Purnami, Manager Bali Treetop Adventure Park. As soonest, cold weather bit our skin. Brrr.

 

Meskipun Bedugul adalah kawasan umum bagi orang berlibur, tetapi keberadaan Bali Treetop Adventure Park ini menjadi salah satu magnet bagi wisatawan. “Satu-satunya atraksi di Bedugul yang menjadi daya tarik turis untuk berkunjung, harus dicoba, loh. Udaranya enak, bagus untuk acara liburan keluarga, company outing atau team building. Jangan khawatir nggak kebagian tempat, karena kami buka dari jam 8.30 pagi sampai 6 sore,” papar Ibu Dwi.

Ibu Dwi juga menjelaskan, karena semua permainan menggunakan pepohonan di area Bedugul sebagai media, untuk proteksi ke pohon tersebut tentu sangat dijaga. Semua alat yang terpasang di setiap sirkuit menggunakan innovative compression system untuk menjaga setiap pohon dari kerusakan. Pelindung juga digunakan di setiap kayu agar tidak mematahkan ranting atau cabang pohon. Cool!

Bali Treetop Adventure Park memiliki enam sirkuit permainan tergantung tingkat kesulitannya, dengan label warna berbeda. Mulai dari yang paling rendah dengan label Yellow Squirrel untuk anak 4-6 tahun, hingga yang paling tinggi, sirkuit Black Adrenalin, totally for a challenge seeker. Flying fox-nya saja membentang setinggi 20 meter dari permukaan tanah. Gila, ga berani nyoba! So then, I gave up ’till the Red one.

Bagi para pemula seperti saya, seorang Patrol Guide akan mengarahkan dan mengenalkan bagian-bagian dari sirkuit yang tersedia, cara menggunakan alat pengaman saat berada di sirkuit, beserta safety guidelines yang harus dipatuhi. Sebelum masuk ke sirkuit yang asli, mereka juga akan memperagakan alat-alat yang akan digunakan. Sarung tangan bisa dibeli disini jika dirasa perlu. Well, saya sedikit menyesal saya datang dengan kostum yang salah. Bahkan saya tidak memakai sepatu yang semestinya. I even was wearing flat shoes! Jangan ditiru yah.

Read the Don’ts and Dos, please.

Jadi sebaiknya, pakaian yang digunakan related to sport activities. Sepatu olahraga, baju yang kasual dan loose – not jeans and flat shoes like me. Soalnya kalau cuaca lagi hujan dan sirkuit agak licin, bahaya. *Don’t follow my attire!* Tidak disarankan untuk memakai perhiasan berlebihan, kacamata hitam, kalau rambutnya panjang sebaiknya diikat ya biar semakin terlihat kece-kece sporty. Selain itu, kondisi harus fit, tinggi badan minimal 130 cm untuk berat badan di bawah 120 kg. Wanita hamil sebaiknya tidak ikut mencoba, kecuali mau brojol dini.

Yap, we’re ready!

We’re readyyy~

Me in action. Note: Don’t wear shoes like mine, it’s super slippery anyway. Wear the proper one.
Super exciting!

Saya mencoba semua jenis permainan di label Red Circuit, mulai dari Suspended Bridges, Tarzan Jumps, Flying-Fox, Spider Nets, Flying Swings, dan masih banyak lagi. Selain memacu adrenalin karena berada di ketinggian, suasanya yang menyegarkan jauh dari hiruk pikuk kemacetan Denpasar, membuat saya dijamin kembali dalam keadaan utuh fresh.

Thank you for reading, fellas!
Lots of love,