Seorang Ginny engga bisa bikin donat kentang? Yhaa, denger dari siapa? Padahal mah bener banget. Ehe.

Saya nggak pernah sekalipun pede bikin sesuatu yang manis. Senengnya makan aja. Kolak terlalu encer, pisang goreng terlalu berminyak dan nggak pernah crispy, bubur kacang hijau dengan tekstur klutuk-klutuk karena masih mentah, bikin brownies sih bisa… pakai tepung premix. Gampang lah ini.

Setelah berkali-kali bereksperimen di dapur, saya lebih meyakini bahwa savory dishes yang saya buat lebih enak ketimbang bikin dessert dan sebangsanya.

Baca juga: Klepon Ubi Ungu (yang Gagal)

Masih dalam rangka menantang diri sendiri, kali ini saya mencoba sesuatu yang levelnya setingkat lebih rumit dari mencampurkan air dan tepung premix, yaitu membuat donat. Bukannya bereksperimen ulang atas kegagalan yang sudah-sudah… tapi langsung kepikiran untuk bikin donat karena ada sisa kentang yang sering dilempar Wigar kalau lagi main ke dapur. Berhasil? Coba lihat dulu bahan-bahan di bawah ini, udah bener belum?

Bahan adonan:

250 gram tepung protein tinggi (saya pakai merk Cakra Kembar)
2 butir kuning telur
100 gram kentang kukus, haluskan (karena gagal pakai kentang, saya tambahkan 100 gram tepung lagi, heu)
2 sdm gula pasir
40 gram margarin
secukupnya garam
secukupnya vanili powder
secukupnya susu cair jika adonan dirasa agak kering (saya pakai Frisian Flag cair Vanilla Delight, enak bangeeet)

Bahan biang:

1 sdm ragi instan (saya pakai Fermipan)
2 sdm gula pasir
70 ml susu cair atau air hangat

Cara membuat (ala saya):

  1. Bahan biang dikocok lepas hingga tercampur di wadah terpisah.
  2. Campur semua bahan adonan dalam satu baskom.
    Nah ini, saya nggak jadi pakai kentang karena susah dihancurkan—baca: mentah. Nggak sabaran banget deh akyu. Alhasil saya nambahin tepung lagi. Jadi, donat kentang mendadak tanpa kentang.
  3. Masukkan bahan biang lalu uleni hingga adonan tidak lengket di tangan/ wadah (kalis). Jika dirasa agak kering, tambahkan susu atau air hangat.
  4. Diamkan selama 45 menit hingga satu jam.
  5. Ambil adonan lalu bentuk dan cetak lubang dengan tutup botol.
  6. Goreng dalam minyak panas dengan api sedang (?) I am not really sure about this. Ada yang ternyata api dikecilkan setelah minyak panas?
  7. Beri taburan topping. Jadi, deh!

Hasil akhir donat kentang tanpa kentang ini berjumlah 16 buah ukuran sedang.

Poin-poin remeh di bawah ini membuat hasil donat buatan saya nggak begitu memuaskan. Ini sebuah kebiasaan buruk sebenarnya. Lah saya browsing cara bikinnya, tetapi nggak sampai research dulu beberapa resep, lalu membandingkan. Begitu gagal dan tidak sesuai ekspektasi, baru deh ribet meneliti.

Ini dia perbedaan step-by-step dan beberapa catatan yang saya temukan dalam cara pembuatan donat ala saya vs temuan cara kerja ibu-ibu lain:

  1. Kentang yang ditambahkan ke dalam adonan donat sebenarnya bagus untuk membuat hasil akhir menjadi empuk, lembut dan tahan hingga beberapa hari. Kentangnya dikukus, bukan direbus. Dikukusnya dalam kondisi masih berkulit, sehingga tidak banyak kandungan air yang masuk ke dalam kentang dan nantinya mempengaruhi tekstur adonan donat.
  2. Bahan biang cuma dicampur seadanya, tanpa didiamkan. Harusnya setelah tercampur rata, bahan biang ditutup rapat lalu dibiarkan selama 10-15 menit hingga berbuih—tandanya ragi bekerja. Pantesan donat saya ga mau ngembang dengan baik meski sudah didiamkan 45 menit.
  3. Margarin (sudah dilelehkan) dan garam itu ditambahkan paling akhir. Jadi, begitu air dimasukkan dan adonan sudah terlihat apakah masih keras atau tidak, penambahan margarin berfungsi (juga) sebagai pengencer.
  4. Adonan didiamkan tapi nggak ditutup kain. Selama apapun adonan didiamkan tapi nggak ditutup sama aja boong lah ini—duh saya dudul sekali… Proses fermentasi akan maksimal jika dalam suhu yang tepat.
  5. Saya nggak punya kuota sabar kalo disuruh ngediemin adonan. Bawaannya pengen goreng cepet-cepet, trus hap. Padahal, setelah dibentuk, adonan donat mesti didiamkan lagi sekitar 10 sampai 15 menit.
  6. Jika memang tujuannya untuk komersil, donat dengan bentuk dan ukuran yang sama hendaknya ditimbang dulu per adonan dalam bulatan kecil, dan dibentuk dengan cetakan (misal: gelas dan tutup botol).
  7. Api menggoreng terlalu besar jadi cepat berubah kecoklatan, lalu saya membolak balik beberapa kali jadi rada berminyak. Heu.

Meski hasilnya tidak seratus persen seperti yang diinginkan, tapi untuk percobaan pertama, rasanya enak dan ludes. Bisa juga nih bikin donat kentang biarpun akhirnya tanpa ditambahkan kentang.

tekstur-donat-kentang

Awalnya sih meremehkan diri sendiri… setelah dicoba ternyata bisa meskipun kentangnya batal dipakai. Ala bisa karena biasa bukan?

Don’t ever underestimate yourself, dahling. Who knows, your invisible skill is actually too worthy to be swiped-left.

gin-anf-tea-signature