Bagi Pisces seperti saya, flashback adalah kegiatan yang menyenangkan. Imajinasi sudah menjadi middle name. Di jam-jam senggang begini, setelah Wigar tidur, saya mencari inspirasi tulisan dengan melihat-lihat isi galeri foto. Ada satu foto pohon Flamboyan sedang mekar-mekarnya, saya abadikan di tanggal 27 Desember 2019. Flamboyan ini berada di sebelah kantor, milik villa tetangga. Pohon ini terlihat jelas dari jendela ruangan kerja tim kami. Ketika sedang berbunga, halaman depan penuh dengan kelopak Flamboyan. Begitu juga saat daun berubah menjadi kuning dan serpihannya gugur minta disapu, membayangkannya saja lumayan bikin pegal badan.

Jadi, yah… mengingat situasi seperti sekarang sementara pariwisata menjadi sumber penghasilan tertinggi di Bali, saya benar-benar rindu ‘kenormalan’ kantor meski seringnya cuaca abnormal sangat mendominasi di tahun lalu.

Okay, here we go.

Flamboyan untuk Desember

Sudah lewat minggu ketiga; hujan enggan bersua
helai kelopak beringsut ke tanah
menjadi bunga pun sudah lelah.
Desember memanggil: ku nantikan akhir masa,
tinggal menunggu senja

Sudah lewat minggu ketiga; hendaknya jeda merona
Desember belum menggigil
sebab langit tak pernah benar-benar gelap untuk mendulang bulir air

Minggu ketiga nyaris tiada
hujan air digantikan bunga
Desember belum terampil
menghalau matahari memekik
menyunggingkan terik

Minggu keempat bertatap muka
bersenandung pelan
menari memanggil awan
Desember tertawa lirih
sebab nihil pun jadi fasih

Baca juga: Ketika Waktu Berlalu, di Bulan Desember

gin-anf-tea-signature