Halo Tuhan. Apa kabar?

Apa hariMu cerah? Oh tentu, sebab Kau yang memberi terik sepanjang hari di jalanan Denpasar.
Apa tidurMu nyenyak? Ah ya! Saya lupa Kau tak pernah tidur. Jadi Kau pasti akan mendengarkan saya kali ini.

Berapa banyak manusia lain yang mengeluh padaMu hari ini? Berapa manusia yang bersyukur?

Saya yakin dan juga Engkau, jelas tidak mungkin rasanya setiap manusia hidup tanpa mengalami masalah, karena Kau yang mengatur setiap lini masa kehidupan. Pun nggak mungkin manusia bisa menyelesaikan masalahnya sekaligus, sebab Kau yang menyiapkan kejutan dibaliknya. Saat ini saya merasa diri sendiri tidak mampu, Kau pasti hafal betul biasanya saya melakukan percakapan satu arah ini seperti anak kecil, sementara Kau diam dan mendengarkan dengan tenang.

Semua tercurah dengan sendirinya, tanpa jeda, tanpa merasa cela.

Terima kasih, Tuhan.
Dalam kebimbangan ini Kau masih memberiku penerang untuk berjalan.
Saya hanya ingin yang terbaik apapun kehendakMu.
Setiap orang juga pasti menginginkan yang terbaik untuk mereka. Jadi biarkanlah mereka untuk sementara menghubungi Kau yang tak pernah bisa terlihat ini. Bukankah itu bagus? Mereka mengingatmu sebagai Sang Pencipta Alam. Mereka pasti tahu bahwa mereka hanyalah tokoh dalam The Sims yang Kau mainkan. I know we are not real, I know time is an illusion.

Hidup, mati dan kesadaran bagian dari kemayaan. Semua yang ada di dunia betul-betul sementara, sesuatu yang Kau titipkan untuk diambil kembali.

Saya tahu, dan saya bersyukur untuk itu.