Rambut rontok pasti menjadi keluhan utama mamak-mamak sehabis lahiran serta ibu menyusui, termasuk saya. Perubahan hormon adalah salah satu alasan terjadinya kerontokan. Saat hamil, begitu tubuh mengalami peningkatan hormon estrogen, hormon ini juga mempengaruhi pertumbuhan rambut sehingga rambut jadi lebih tebal, shiny dan cepet banget panjangnya. Mirip iklan shampoo, Bund, beneran deh. Saya sampai terheran-heran sendiri, karena seumur-umur, bisa dihitung jari kalau saya punya panjang rambut hampir sepunggung.

Begitu lahiran hingga beberapa bulan fase menyusui, hormon estrogen ini produksinya kembali normal. Akibatnya, amblas sudah rambut indah kesayangan. Miris banget kalau lihat sisir ada belasan sampai puluhan helai rambut setiap harinya. Belum lagi karena pengaruh stres, perubahan pola tidur sehingga kurangnya istirahat, lalu jarang merawat diri. Shampoo-an hanya bisa empat hari sekali dengan rambut lebih sering diikat. Jorok banget emang, hahahaha. Eh tapi demi anak ya, diri sendiri dinomor duakan dulu.

Baca juga: Saat Baby Blues Mendera, Apa Kabar Kesehatan Mental Saya?

Semakin banyak rambut yang bertebaran di lantai setiap harinya malah bikin saya tambah stres. Saking bosennya mengeluh, saya akhirnya melakukan beberapa solusi rambut rontok alami dengan harapan rambut rontok bisa berkurang.

Be gentleRambut sehabis keramas paling rapuh dan gampang rontok. Sisir dengan lembut dan jangan lupa aplikasikan vitamin atau kondisioner. Jika panjang rambut cukup mengganggu aktivitas, sebaiknya gunakan ikat rambut yang loose dan tidak terlalu ‘mencekik’ rambut. Jepit rambut model jedai juga dapat membantu.

Memotong rambut. Kalau udah rontok membandel, solusi paling praktis yang dilakukan habis lahiran adalah memotong rambut. Potong pendek sampai pundak ala Dora sepertinya jadi pilihan gaya rambut emak-emak rempong sejagat raya.

Menjaga asupan gizi. Rambut juga bagian dari tubuh kan ya… mulai deh jaga pola makan sehingga tubuh mendapat asupan gizi yang sesuai serta usahakan mendapat tambahan vitamin dari madu atau susu. Selain untuk rambut, tentu ini penting buat daya tahan tubuh dan juga menjaga nutrisi ASI saat menyusui.

Hindari hairdryer atau catokan. Paparan panas ke rambut juga sangat memengaruhi kesehatan rambut. Sebaiknya selama rambut sering rontok, hindari dulu menggunakan hairdryer apalagi pelurus atau pengeriting rambut. Bisa-bisa rambut makin amblas! 😢

Mengaplikasikan bahan alami. Selagi menyusui, pasti ada pantangan untuk menggunakan produk perawatan kulit atau rambut, skin care, maupun make up dengan kandungan bahan kimia tertentu.

Sempat riweh dengan pengaplikasian jus seledri di rambut karena banyak ampas terbuang, pemakaian hampir dua bulan pun hasilnya belum nampak secara signifikan. Tetap rontok, meski rambut udah dipangkas pendek.

Menggunakan minyak kemiri bakar sebagai masker rambut jadi salah satu solusi rambut rontok alami ala saya. Minyak kemiri bakar ini mengandung 100% minyak kemiri asli dan ada campuran minyak kelapa, jadi sangat aman untuk dipakai oleh ibu menyusui. Cara pakainya juga gampang, usapkan minyak secara merata di kulit kepala, lalu pijat lembut. Kemudian diamkan selama dua jam. Lalu bilas hingga minyak tidak terasa menempel lagi di kepala.

Saya biasanya memakai minyak kemiri bakar ini sebelum tidur selama tiga kali seminggu, lalu menutup kepala dengan shower cap. Dilanjutkan dengan ritual keramas keesokan harinya (heleh ritual 😂). Karena saya cukup suka aroma minyak kemiri, jadi nggak masalah sih kalau dipakai semalaman. Tapi bagi yang nggak suka tidur dengan rambut greasy, bisa mengikuti anjuran penggunaan secara normal saja.

Bagaimana dengan shampoo? Nah, ini! Innisfree My Hair Recipe Lost Care Shampoo jadi solusi rambut rontok alami andalan saya. Wanginya earthy banget khas aroma hutan, karena mengandung keluarga cemara macam Jeju pines, cypress dan cedar. Kandungan ginsengnya juga sudah tidak diragukan lagi untuk urusan mengatasi rambut rontok.

Awalnya saya ingin coba shampoo ini setelah melihat review beberapa orang katanya bagus untuk rambut berminyak. Kondisi kulit saya, termasuk kulit kepala cenderung oily. Tapi saat memakai sampo ini tanpa minyak kemiri bakar, jatuhnya terlalu kesat, rambut terlalu ringan dan sulit diatur. Saking terasa ringan, rambut juga jadi gampang patah. Saya akui, kemampuan untuk menghilangkan minyak sungguh luar biasa.

Jadi, saya kombinasikanlah kedua produk ini.

Hasilnya memang tidak terduga ehehehe. Sangat cocok di saya, seperti tekstur rambut kering yang habis keramas pakai kondisioner. Lembut dan seperti habis dari salon. 😁

Dua produk ini menjadi super hero rambut rontok saya. Nah, solusi rambut rontok alami versi kalian apaan, Bund? Share di kolom komentar, please 🙂

Terima kasih telah membaca!