Hang Out Spots, Reviews

Lagi-Lagi Korean Food; Bibimbap Korean Restaurant

Ternyata tulisan ini sudah ada di draft sejak satu dua bulan lalu dan baru bisa menyelesaikannya sekarang! Ouch. Maaf ya, pikiran ini sedang tidak pernah synchronize dengan baik beberapa minggu ini jadi malas sekali rasanya kalau mau update blog.

Alkisah… di penghujung bulan Oktober… saat matahari terik mampu melelehkan isi otak dalam waktu sepersekian menit… tetiba muncul lah promo dua porsi Samgyeopsal plus sebotol Soju yang tampak seperti di bawah ini benar-benar jadi menjadi pencuci mata yang paling ampuh di tengah-tengah stres yang melanda saat bekerja. 

bibimbap-korean-restaurant

Promo yang berlaku hingga akhir bulan Oktober ini sempat saya cicipi tanggal 27 Oktober kemarin. Saya juga sukses membujuk (dan mengajak) seorang teman sekelas saat belajar di tempat kursus bahasa Korea yang kebetulan juga menjadi ‘partner rutin’ berburu makanan Korea di Bali, sebut saja Juni Minah. Plus, satu adik tercinta yang juga seumuran Minah, sebut saja Sanji Gumiho. Syukurnya mereka sudah 19+, jadi sah-sah saja saya ajak mereka untuk menikmati Soju. *evil laugh*

Padahal dalam hati, saya merasa agak sedikit agak was-was karena beberapa bulan lalu, ketika Minah merengek-rengek minta minum “Soju-yang-pertama-kalinya-suer-sekali-ini-aja” di restoran Arirang, dia malah meracau nggak karuan! ㅋ ㅋ ㅋ ㅋ ㅋ

Oke, jadi… kami, tiga perempuan muda berburu dua porsi Samgyeopsal.
….. dan Soju.

Menurut review yang saya baca, Bibimbap adalah salah satu restoran Korea di Bali yang paling sering sekali dikunjungi artis Korea kalau mereka sedang berlibur. Memang terbukti, begitu memasuki ruangan, sederet pajangan foto lengkap dengan tanda tangan memenuhi dinding restoran yang lokasinya super strategis ini, tepatnya di Jalan Raya By Pass 100X —ke arah persimpangan Kuta dan Sanur. Tidak sulit untuk menemukannya, karena komplek pertokoan megah yang biasa kami sebut Simpang Siur ini merupakan jalur terpadat hampir di setiap harinya! Meskipun dari halaman parkir depan nampaknya tidak terlalu luas, tapi begitu masuk… kapasitas restoran ini cukup hingga 30 sampai 40 orang, lho! Bentuk ruangannya memanjang ke belakang, benar-benar terlihat autentik dengan hiasan-hiasan yang hampir seluruhnya—tidak diragukan lagi, berasal dari negeri Ginseng tersebut.

Beberapa pajangan tanda tangan K-Idol yang sempat mampir di Bibimbap.

 

Mejanya banyak. Muat buat rame-rame.

Baiklah, saatnya makan!

Menu yang kami pesan tentu saja paket promo dua porsi Samgyeopsal dan satu botol Soju. Rasanya nggak perlu diragukan lagi, juaraa! Satu hal yang paling saya suka di Bibimbap ketimbang resto Korea lain adalah ragam Banchan alias side dish yang jumlahnya lebih banyak dan bervariasi jika dibandingkan dengan restoran Korea lain yang pernah kami datangi. Hanya di Bibimbap saja saya menemukan side dish sup rumput laut ~ which is dikenal sebagai menu khusus bagi yang sedang merayakan berulang tahun (padahal kami bertiga nggak sedang berulang tahun, hehehe). Jangan lupa, kalau Banchan-nya habis, boleh minta tambah ya! Paket side dish ini, berdasarkan pengalaman saya makan di beberapa restoran Korea, biasanya akan secara otomatis ‘terlampir’ jika kamu memesan menu Samgyeopsal.

I’m ready! I’m ready!
Omoo ada sup rumput laut~
sam
Brzzzz~ Come to mamaaa uri gogi yaa~~

Selanjutnya, menu yang datang adalah Mandu dan Bibim Naengmyeon (비빔냉면). Mandu adalah semacam jajanan mirip dengan Dim Sum, biasa disajikan kering atau basah. Dari nilai 1 sampai 5, rasa Mandu di Bibimbap adalah 4,5! Tidak terlalu berminyak dan isi di dalam Mandu cukup banyak. Sayangnya, yang membuat nilainya berkurang adalah jumlah Mandu yang disajikan kurang banyak. Muehehe.

Bibim Naengmyeon merupakan menu mie bihun kenyal, pedas dan… dingin. Catat ya, dingin.

Yep, saya sarankan, jangan coba-coba memesan kalau kamu nggak mau membuang satu porsi guedhee Bibim Naengmyeon karena nggak terbiasa dengan rasanya. Mie ini disajikan dalam sebuah baskom aluminium cukup besar berhiaskan telur rebus, bertabur biji wijen dan es batu. Saat disajikan terlihat berkuah, mungkin karena esnya sudah meleleh jadi terlihat seperti ada kuahnya. Rasanya? Asam karena ada Kimchi-nya, pedas khas bumbu gochujang, dingin, dan krenyes segar ala mentimun.

Mie rujak dingin? Sebut saja begitu.

Penampakan baskom Bibim Naengmyeon. Siap-siap aja kekenyangan!

Alhasil, sisa mie yang tidak sanggup kami habiskan akhirnya kami buang. *maap* *kapok* *nggak akan mesen Naengmyeon lagi!*

Harga menu di restoran ini mulai dari 20.000 sampai 150.000 rupiah. Satu porsi Samgyeopsal harga normal yaitu 80.000 dan porsinya juga lumayan besar, cukup untuk tiga perut yang mini-mini ini bertiga. Air putih gratis satu pitcher gede —diperuntukkan bagi kalian yang nggak niat membeli minum tambahan. Satu botol Soju harganya 150.000. Mehong ya eiiim… FYI, jangan mengendarai motor atau mobil sehabis minum Soju, karena kandungan alkoholnya cukup tinggi, sekitar dua puluh koma sekian persen. Pokoknya ajak teman yang nggak doyan minum jadi bisa kamu habiskan sendiri, atau pulang pergi naik Taksi dan didampingi teman kalau memang niat banget untuk mencoba. Salah satu dari kalian harus keeping eyes wide open!

Well… the best served for the last.

Ta-da~ Chamiseul Soju~

건배~~!!!

Results: Minah nggak mau nyoba lagi. Si Gumiho malah heran kenapa 3 shots Soju nggak memberi efek berarti buat dia.



Thank you for reading, fellas!
Lots of love,

Leave a Reply