Aku datang, menjelma bak bidadari—seperti ucapannya, lalu dihempaskan dengan kejam —juga seperti ucapannya.

Aku membuntuti setiap cerita hidupnya, mengulangnya, lalu membuang cerita gila itu,
dengan sebuah bekas,
yang tak pernah bisa hilang.

Ada baiknya aku mengganti dengan
sesuatu yang lebih berharga.

Setidaknya bukan sampah sepertimu. Pun bukan sampah seperti kenangan-kenangan itu.