Reviews, Services

Ngomongin Masalah Visa Sosial Budaya (Lagi)

Okay, jika kamu sudah sempat baca tulisan saya sebelumnya di Perpanjangan Visa Sosial Budaya untuk Orang Asing, maka tulisan ini merupakan rangkuman dari pertanyaan berlapis-lapis yang saya terima di kolom komentar (terima kasiiiih buat yang udah baca!). Sebelumnya, saya ingin menginformasikan bahwa saya bukan bekerja dengan agent visa, nooo, bukan juga kerja di embassy atau kantor imigrasi. Saya juga bukan orang yang membantu teman-teman saya langsung mendaftarkan visa mereka di negara yang bersangkutan, jadi saya kurang begitu paham dengan persyaratan pengajuan untuk mendapatkan visa Sosial Budaya. Saya hanya berinisiatif untuk berbagi pengalaman saja karena bwanyaaaak banget yang nanya.

Sebelum lanjut ke masalah perpanjangan, ada baiknya kamu mengetahui poin-poin penting sebelum kamu menyarankan calon pasangan, teman, cem-ceman, gebetan atau keluarga jauhmu untuk mendaftar visa Sosial Budaya:

  1. Mereka tidak bisa mendapatkan visa Sosial Budaya di Indonesia. Visa ini hanya bisa diajukan di KBRI Indonesia di negara mereka atau negara manapun asalkan luar Indonesia.
  2. Kalau mereka nggak sempat ke KBRI atau kantornya kejauhan dari tempat tinggal atau bahkan mereka sudah di Indonesia menggunakan 30 hari free visa atau 60 hari Visa on Arrival, boleh sarankan mereka pakai jasa agent di Singapura (ini yang sering saya lakukan) dan kamu hanya tinggal siapkan sponsor letter aja. Prosesnya cepat, tiket pesawat juga lumayan murah ketimbang negara lain. Apply di hari kerja, ambil flight paling pagi, pulang pakai flight malam. Hanya sehari jadi, kilat lat lat.
  3. Apabila Visa Sosial Budaya sudah jadi, mereka akan mendapatkan 60 hari di awal, tetapi bisa diperpanjang hingga 4 kali untuk mendapat masing-masing 30 hari perpanjangan (totalnya jadi 180 hari atau 6 bulan).
  4. Visa ini tergolong Single Entry, jadi begitu mereka pergi dari Indonesia (padahal visanya masih berlaku), visanya dianggap hangus. Mereka harus mengulang prosesnya dari awal lagi kalau mau mendapatkan visa yang sama.
  5. Mereka yang datang ke Indonesia dengan visa ini, tidak diperbolehkan untuk bekerja dalam bentuk apapun atau mendapatkan uang di Indonesia dengan cara apapun, termasuk volunteer work.

Untuk prasyarat, saya ambil sumber dari KBRI Indonesia di Inggris. Sekali lagi, beda negara, persyaratan setiap KBRI juga mungkin berbeda. Bisa cek contohnya disini.

Sudah jelas? Yak, mari kita lanjutkan ke common Q&A seputar visa Sosial Budaya. Cekidot!

Q: Surat sponsor untuk apply visa Sosial Budaya harus ada keterangan atas persetujuan dari kantor Imigrasi terdekat?
A:
Tidak perlu. Surat-surat yang dilampirkan itu berupa (1) surat permohonan dan (2) surat keterangan dan jaminan bermaterai 6000 yang menyatakan bahwa kamu siap bertanggung jawab selama si bule berada di Indonesia dan memang benar berada disini tidak lebih dari 6 bulan.

Q: Surat sponsor untuk apply visa Sosial Budaya pakai bahasa Inggris atau Indonesia?
A: Indonesia.

Q: Di visa itu kan ada tulisan Date of Expiry, apa maksudnya? Itu tanggal habis masa berlaku?
A: Date of expiry adalah masa berlaku visa jika tidak digunakan. Misalnya si bule tiba di Bali tanggal 1 Mei dan pada visanya tertera Date of Expiry: 31 Mei 2018. Bukan berarti dia harus perpanjang sebelum tanggal 31 Mei, tetapi jika dia tidak datang ke Bali hingga 31 Mei maka visanya hangus. (Semoga kalian ngerti penjelasan saya, ehehe)

Q: Kapan perpanjangan visa dilakukan?
A: Visa Sosial Budaya mulai berlaku 60 hari yaitu tepat setelah si bule menginjakkan kaki di Indonesia kita tercinta ini. Perpanjangan bisa dilakukan 10 hari kerja sebelum 60 hari-nya habis, baik lewat agent maupun mandiri.

Q: Apa saja syarat untuk perpanjangan Visa Social Budaya?
A: Kamu perlu fotocopy KTP, beberapa formulir yang bisa diambil langsung di Imigrasi (perdim 23), fotocopy paspor si bule lengkap dengan visa nya (berarti 2 halaman) dan paspor asli.

Q: KTP saya masih berstatus pelajar, tapi saya udah kerja. Apa perlu ubah KTP nya sekalian? Gimana dong Kak? *ciye kakak*
A: Minta surat keterangan bekerja di tempat kamu ya, dik. Bila perlu discan dulu biar bisa di print berulang-ulang. Ini perlu dilampirkan saat perpanjangan visa. Nggak usah ubah KTP, lamaaaa. Keburu bule nya pulang.

Q: Gimana kalau wirausaha?
A: Boleh pakai surat keterangan bermeterai yang dibuat sendiri dan menyatakan bahwa kamu bekerja sebagai wiraswasta.

Q: KTP sponsor beda domisili, apa harus menyertakan surat keterangan tinggal di kota sekarang?
A: No need, beib.

Q: Apa saya harus ikut si bule ke Imigrasi untuk perpanjangan?
A: Pengalaman saya, perpanjangan pertama ikut. Kedua dan seterusnya nggak perlu.

Q: Apa saya harus ikut si bule untuk ambil foto dan sidik jari dan pengambilan visa udah diperpanjang?
A: Kalau itu yayang kamu sih boleh aja. Tapi nggak wajib.

Q: Kira-kira bisa nggak, menjelang visa sosbud expired (6 bulan), kita mengajukan visa Sosial Budaya baru tanpa harus keluar dari Indonesia?
A: Nope. Harus exit dulu ya mas mbaque. Sama halnya kalau si Bule mau melakukan konversi visa dari Visa Bebas Kunjungan ke Sosial Budaya, tidak bisa di dalam negeri. Harus keluar Indonesia dulu dan pengajuan di KBRI luar.

Q: Apa bisa perpanjangan di kota-kota yang berbeda? Misalnya bulan ini di kantor Imigrasi Denpasar, bulan depan perpanjangan di Jakarta.
A: Bisa aja, selama persyaratan untuk perpanjangan lengkap dan kamu ikut sebagai sponsor.

Q: Gimana kalau sponsornya nggak bisa datang? Apa bisa diwakilkan?
A: Terus terang ini pertanyaan susah untuk diterima. Hiks. Sebenarnya sih jawabannya jelas nggak bisa. Kalau mau cari aman, bisa reschedule perpanjangannya atau dari awal orang yang menjadi sponsor adalah orang yang memungkinkan untuk diajak perpanjangan.

Mungkin segitu dulu Q&A yang bisa saya rangkum. Jika ada pertanyaan lain yang belum saya bahas, saya pasti akan update lagi.

>> Contoh Sponsor Letter bisa dilihat disini.
>> Contoh form perpanjangan Visa Sosial Budaya bisa dilihat disini.

Semoga tulisan saya di atas bisa membantu.
Lots of love,

 

Tagged , ,

12 thoughts on “Ngomongin Masalah Visa Sosial Budaya (Lagi)

  1. Dear mba Galuh, sungguh bersyukur bisa nemu blog kamu ini, sangat mencerahkan, sangat membantu. Per September 2018 ini calon pendamping ku (asalnya dari Jerman) kebetulan ingin berkunjung ke Indonesia. Anyway: Aku masih punya beberapa pertanyaan (maaf jika terlalu banyak pertanyaannya) :

    1) Apakah bisa dikombinasikan beberapa jenis Visa kunjungan : contoh : kedatangan pertama visa bebas berkunjung atau Visa on Arrival lalu exit / ke luar Indonesia dan dilanjutkan dengan apply visa sosial budaya (single entry), atau formasi sebaliknya, datang pertama kali dengan visa sosial budaya dan untuk kedua kalinya menggunakan Visa bebas berkunjung.

    2) Apakah pengajuan apply visa sosial budaya harus dari negara dia berasal untuk kasus ketika saat datang pertama kali ke Indonesia dia sudah pakai visa bebas berkunjung lalu ingin apply visa sosial budaya (atau bisa juga ketika saat datang pertama kali sudah apply visa sosial budaya dari negara WNA berasal lalu exit / ke luar Indonesia dan ingin kembali lagi ke Indonesia menggunakan visa sosial budaya).

    3) Dari beberapa kasus pertanyaan yang sama, aku perhatikan kamu sangat rekomen Singapura untuk apply visa sosial budaya karena prosesnya cepat, namun apakah apply visa sosial budaya juga bisa dilakukan di KBRI di negara Malaysia, Thailand, Filipina, dll ketika WNA ingin apply ulang visa sosial budaya akibat telah exit / berpergian ke luar Indonesia (untuk kasus WNA sudah pernah menggunakan Visa Sosial Budaya yang didapatkan dari KBRI di negara asal WNA).

    4) Untuk kasus kedatangan pertama pakai visa bebas kunjungan atau Visa on Arrival dan ingin mengajukan visa sosial budaya, seperti pertanyaan point nomor 3, apakah bisa dilakukan pengajuan di KBRI selain di Singapura?

    5) Berapakah biaya perpanjangan Visa Sosial Budaya untuk perpanjangan pertama (aku cek di tulisan kamu sebelumnya hanya untuk “perpanjangan visa kedua seorang teman dari Seychelles”, apakah setiap kali perpanjangan visa sosial budaya sama biayanya (maksimal 4 kali perpanjangan ya).

    6) Di tulisan sebelumnya kamu sudah infor jika WNA tidak perlu sertakan tiket pulang saat perpanjangan visa sosial budaya, namun belum diinformasikan apakah tiket pulang juga menjadi syarat saat pengajuan pertama kali? dan apakah tiket pulang juga jadi syarat saat mengajukan perpanjangan visa sosial budaya yang ke 2 dan ke 3?

    7) Jika aku yang menjadi sponsor dan sudah berkerja apakah sponsor harus menyertakan rekening bank selama 3 bulan terakhir ke pihak imigrasi

    8) Oh iya Mba Galuh, tolong nomor kontak WA kamu ya.

    Danke im voraus 🙂

    Warm Regards

    -Iman-

    1. Hi mas Iman

      Ya ampun, pertanyaannya sih bukan beberapa wkwkwkwk
      tapi semoga jawabanku membantu yo

      1) Setahuku sih bisa, nggak masalah. Baik Visa on Arrival atau free visa yang 30 hari itu, setelah habis trus exit untuk apply sosial budaya, masih bisa masuk Indo lagi.

      2) Nggak selalu. Biasanya temenku (terakhir dari UK) yang dateng ke Indo yang terlanjur pakai free visa mau upgrade ke sosbud aku saranin apply di Singapura pakai agent yang sehari jadi. Nah, untuk point “dia sudah apply sosial budaya dari negara WNA berasal lalu exit / ke luar Indonesia dan ingin kembali lagi ke Indonesia menggunakan visa sosial budaya” ini maksudnya visa sosbud yang sebelumnya kah? Kalau iya, visanya sudah hangus. Dia harus re apply lagi sebelum masuk Indonesia di kedutaan Indo negara tetangga terdekat. Sekali lagi, ini hanya saran, bukan wajib (semoga penjelasan aku bisa dimengerti ya 🙂

      3) Bisa kok. Tetapi, KBRI di Malaysia dan Thailand (menurut pengalaman) persyaratannya agak ribet ya, meski sudah memberikan personal sponsor letter dan kelengkapannya. Pernah nih, ada temen WNA asal salah satu negara di Eropa yang lagi liburan di Thailand, sebelum ke Bali untuk ikut kursus singkat (kurang dari 6 bulan) dia apply di KBRI sana dengan sponsor letter ku. Tapi sama KBRI sana diminta untuk melampirkan surat keterangan dari tempat kursusnya. Nah, aku takut, pas perpanjangan di imigrasi Denpasar, dia juga harus menyertakan surat-surat ijin tempat kursus ini, etc (sudah sempet konsul sama orang di tempat kursusnya juga) alhasil kita pindah negara untuk apply -_-

      Jadi agent yang aku sarankan di Singapura ini murni dari pengalaman sendiri demi kemudahan bersama *hahaha* aku ngga endorsed dan sebangsanya~ cuma berbagi pengalaman aja kalau temen-temenku lagi kepepet visa. Selain itu, tiket Bali-Singapore kadang dapet murah. Dan garansi visa sehari jadi itu memang benar adanya 😀

      4) Boleeeeh.

      5) Update terakhir dari seorang temen asal Hong Kong yang perpanjang minggu lalu, biayanya Rp. 355.000 dan yes, sama untuk setiap perpanjangan (max 4 kali).

      6) Untuk pengajuan pertama? Tergantung KBRI nya sih. Ada yang minta tiket PP, ada yang cuma tiket pulang aja. Ngga ngerti juga kenapa bisa beda-beda. Tapi kalau untuk perpanjangan, nggak perlu sama sekali. Baik pertama, kedua, ketiga, keempat.

      7) Untuk perpanjangan? nggak perlu. Kalau apply pertama kali mungkin iya. Lagi, cek dulu ke KBRI di negara terkait untuk lihat persyaratannya.

      8) Chat di Instagram aja yaa

      Terima kasih sudah berkunjung 🙂
      Salam,

      Galuh

  2. Hi mba Galuh..
    Thanx buat share nya yaa..

    Kenalin saya arin..
    Kebetulan saya menikah dengan wna Turki beberapa tahun yg lalu dan kita tinggal di Indonesia..

    So sorry, saya mau tanya..
    Untuk visa sosbud kalau sudah perpanjang beberapa kali dan mau konversi kitas bukan nya ga perlu lg urus ke luar ya?
    Cmiiw..

    Karna waktu itu suami pake voa, dan pas mau bikin kitas memang keluar dulu untuk dpt vitas di kbri malaysia.. Cm info nya katanya kalau sudah dari awal pake sosbud ga perlu keluar lg tinggal urus kitas aja di kanim..

    Mohon infonya ya..
    Karna teman saya ada yg mau menikah dan butuh info terupdate.. Kalau memang tetap hrs keluar juga setelah urus sosbud, ya mending dia pake voa dulu aj..

    1. Hi Mba Arin

      Terima kasih sudah berkunjung ke blog saya 🙂
      Mohon maaf sebelumnya untuk konversi ke KITAS, saya sendiri kurang begitu paham karena ngga pernah urus sebelumnya. Ini konteksnya masih dalam perpanjangan visa Sosial Budaya ya mba 🙂

      Mungkin bisa dicek langsung ke kanim untuk info terbaru. Terima kasih.

    2. Hi Mbak Arin, aku boleh minta kontaknya gak mbak? Calon aku juga dari Turki dan rencananya dia yang mau pindah ke Indonesia. Aku mau tanya2 soal syarat2 visanya ke mbak, soalnya masih bingung

  3. boleh minta akun instagramnya mbak? ada beberapa pertanyaan yang mau saya tanyakan terkait cem-ceman saya yang mau datang ke Indonesia. thank you 🙂

  4. Halo mba galuh, kalo sudah apply visa sosbud lalu mau bikin visa kerja apa bisa diurus di Indonesia? Atau dia harus balik ke negaranya dulu? Makasih sebelumnya.

  5. Hello! Mo tanya kalo masuk memakai visa social budaya apa harus ada return tiket? Bisa gakpake one way tiket and kl mo keluar purchase dr Indonesia?

    1. Hi Aries
      Iya bisa kok. Ga perlu harus pakai return ticket, nanti beli di Indo untuk tiket keluar juga gapapa 🙂

  6. Hai mba saya mau tanya, untuk syarat telexnya kan wajib menyertakan jumlah tabungan yg minimal 30jt, kalau misalkan hanya pakai tabungan wna nya saja apakah bisa?

    1. Sorry sebelumnya saya ngga berpengalaman di telex, tapi setahu saya sih pakai tabungan WNI karena si sponsor bertanggung jawab mengcover expenses selama WNA di Indonesia. 🙂

Leave a Reply