Close

Perpanjangan Paspor di Kantor Imigrasi Denpasar

Paspor pertama saya dibuat di tahun 2015 dengan tujuan yang nggak kurang jelas. Niatnya sih, kalau mau jalan-jalan ke luar negeri bisa langsung capcus. Apa daya, saya selalu sok sibuk, sibuk juga hanya sekedar menyusun rencana. Lalu hype untuk liburan ke luar negeri dengan teman-teman sepantaran belum segreget sekarang. Berselang dua tahun, si paspor saya digunakan untuk lawatan ke Singapura meskipun hanya sehari untuk menghadiri conference, tapi setelah itu, tergeletak di sudut rak. Syedih…

Dua tahun setelah cap Singapura bertengger di paspor, berlalu dengan sangat cepat. Tetiba dapat tawaran untuk bertandang ke UK tahun ini, terlebih disponsori oleh tempat kerja, rasanya sulit dan sayang untuk dilewatkan. Karena paspor sudah hampir expired di Januari 2020 dan salah satu syaratnya adalah paspor yang masih berlaku minimal enam bulan, saya memilih Kantor Imigrasi Kelas I Denpasar untuk melakukan perpanjangan.

Sistemnya udah sedikit berubah dibandingkan tahun 2015 lalu. Dulu bisa langsung bayar (transfer) di BNI untuk bikin paspor dan antrian imigrasi berlaku first in first served. Tapi untuk perpanjangan sekarang jauh lebih mudah ya (kayanya sih untuk pembuatan paspor baru juga sama). Ini yang saya lakukan untuk perpanjangan paspor:

1.Daftar antrian di website imigrasi

Saya sendiri menggunakan email untuk masuk dan mendaftar biar gampang via “Sign in with Google”. Soalnya captcha code sering bermasalah. Pfft. Perlu diperbaiki lagi nih sistemnya Bapak, Ibu.

Setelah itu, cek di kantor imigrasi terdekat mana yang akan dituju. Pilih “Buat Permohonan”.

Setelah itu, pilih tanggal untuk datang ke kantor imigrasi. Warna hijau artinya slot masih tersedia, merah artinya kuota sudah penuh. Setelah tanggal dipilih, nanti ada informasi berapa sisa kuota di hari tersebut. Untuk lebih jelasnya mengenai keterangan warna, sudah ada di bawah ya. Kemudian pilih mau datang pagi atau siang.

Tanggal ini hanya sekedar contoh. Perpanjangan paspor saya sudah selesai per tanggal 28 Juni 🙂

Lanjutkan dengan mengisi nama pemohon, nomor KTP dan detail lain yang diperlukan.

Setelah semuanya beres, akan muncul kode barcode. Cetak dan bawa ke kantor imigrasi di hari yang sudah dipilih 

Syarat dokumen yang harus disiapkan:

  • Paspor lama
  • Fotokopi KTP beserta aslinya (buat jaga-jaga)
  • Fotokopi Kartu Keluarga dan aslinya (buat jaga-jaga)
  • Akte dan (atau) buku Nikah (jika ada). Saya bawa aslinya juga.
  • Materai 6000 (tapi sampai disana ngga saya gunakan)
  • Saya juga siapkan fotokopi ijazah dan juga bawa aslinya buat jaga-jaga karena dulu prosedur untuk apply paspor baru salah satunya ya ini.

2. Mengisi form di kantor imigrasi.

Begitu tiba di imigrasi, serahkan kertas barcode yang sudah di cetak ke petugas di bagian informasi. Mereka akan memberikan nomor antrian untuk verifikasi dokumen dan form yang harus diisi dengan data diri secara tertulis. Jangan lupa bawa pulpen!

3. Melakukan biometrik, foto dan wawancara

Begitu nomor antrian dipanggil, saya bersiap untuk menyerahkan dokumen guna proses verifikasi. Waktu itu dokumen asli sama sekali nggak diminta. Prosesnya pun cepat kilat lat lat, kurang dari 10 menit! Tapi begitu mendapat antrian untuk proses biometrik, sistem lagi down… setelah nunggu dua jam.

… dan kemudian hening.

Prosesnya terus aja gini sampai seminggu kemudian. Saya harus menyiapkan waktu ekstra untuk berangkat pagi, nunggu, lalu merasa zonk karena pulang tanpa kepastian. Sampai akhirnya para staff memutuskan untuk melakukan screening data untuk mengatasi tumpukan antrian. Sementara kami diberikan antrian prioritas yang berlaku selama 30 hari. Saya terus memantau via official Instagram Kantor Imigrasi Kelas I Denpasar soalnya kalau lewat telepon jarang diangkat.

Ketika sistem masih saja bermasalah, mereka memutuskan untuk melakukan pengambilan foto saja, namun data masih tidak bisa sync ke pusat untuk mengeluarkan slip pembayaran. Kecewaaaa banget awalnya, karena saya harus nunggu slip lagi untuk pembayaran, oh my God! Saya bersungut-sungut aja terus menjalani proses wawancara. Pertanyaannya seputar alasan perpanjang paspor, berapa lama di negara yang dituju, dan beberapa pertanyaan lain terkait pengecekan data.

Long story short, entah Dewi Fortuna sedang berpihak pada saya—halah! sistem kembali berjalan lancar begitu saya selesai melakukan pengambilan foto. Artinya saya bisa melakukan pembayaran di hari yang sama. Yosh!

Begitu lihat slipnya, yang bikin galau sekarang adalah, paspornya bisa diambil seminggu kemudian, yang mana ekspektasi saya cuma tiga hari kerja.

4. Pembayaran

Beruntungnya sistem Kantor Pos juga nggak ikut-ikutan ngadat saat itu. Saya nggak perlu jauh-jauh ke Bank lagi untuk bayar, cukup di mobil Kantor Pos yang nangkring di depan gedung Kantor Imigrasi. Setelah bayar Rp. 350.000, saya pulang dengan hati senang. Saya kembali lagi ke Kantor Imigrasi untuk bertanya ke bagian informasi jika pengambilan paspor bisa dipercepat. Coba aja, katanya. Nanti di cek dulu, kalau memang sudah selesai, bisa langsung diambil.

5. Pengambilan paspor

Paspor bisa diambil seminggu kemudian. Tetapi saya coba tanyakan di hari kelima, ternyata paspor sudah jadi. Akhirnya…

P.S: Saya pergi pertama kali tanggal 18 Juni, balik lagi tanggal 19, tapi karena masih gagal, terpaksa nggak balik lagi sampai akhirnya mencoba peruntungan di hari Senin tanggal 24 dan ternyata ngadat di awal, meskipun akhirnya proses biometrik, foto dan wawancara sukses, lalu bayar.
Pengambilan paspor di hari Jumat tanggal 28 Juni yang seharusnya di 1 Juli.

Apa diantara kalian ada yang memiliki drama yang kurang lebih sama? Share di kolom komentar ya!

Much love,

Leave a Reply

error: Content is protected !!