Close

Arti dari Nama Blog “The Journal Story”

Sejak tahun 2012 mengudara di jagat maya untuk nge-post liputan Grebeg Aksara, The Journal Story — begitu saya menamai pojok sambilan ini, belum pernah sekalipun ada yang menanyakan kenapa blog ini diberi nama demikian. Memang nggak penting sih untuk ditanyakan. Nah, hingga akhirnya lima tahun berselang, akhirnya pertanyaan yang saya nggak bisa jawab ini muncul seperti nemu jarum di tumpukan jerami saat perlu banget buat nambalin baju bolong tetangga! *perumapamaan yang nggak penting 

*le Love on the Weekend – John Mayer was playing on a bright Sunday afternoon*

Saya: (leyeh-leyeh sambil main Bingo di smartphone) Aduh, lama banget nggak pernah update blog… Banyak topik yang pengen dibahas, draft numpuk, tapi nggak punya waktu. *curhat mode on*
Doi: Kalau nggak punya waktu, main Bingo harus jalan terus. *saklek mode on*
Saya: (checkmate. Diam seribu bahasa. ) Umm… pengen beli domain lagi, biar kece semangat nulis gitu, sekalian ngubek-ngubek WordPress sambil refresh ilmu SEO.
Doi: Alesan melulu. Bukannya sekarang sudah ditambahin jadi admin juga di website blog jalan-jalan punya temen kamu itu? Main SEO nya disana aja. Anggep dia itu klien. *manggut-manggut serius*
Saya: Kalau itu sih sudah pasti. Pasti masuk plan list hingga waktu yang belum bisa ditentukan maksudnya.

Lalu hening.

Doi: Ngomong-ngomong The Journal Story artinya apaan deh? Cerita si Jurnal gitu? Kalau cerita si Jurnal kan Journal’s Story, pakai ‘s’? Atau cerita jurnal?
Saya: (mikir dan jawab sambil gagap ala Numero Uno) Eee… artinya eee… secara simbolis merupakan eee…  ketidakmampuan saya untuk membuat judul blog karena eee… keterbatasan Bahasa Inggris di waktu muda 
Doi
Saya: Sebenarnya sih nama itu untuk penggambaran dari cerita-cerita yang ditulis di buku jurnal. Karena waktu itu sempat cek untuk nama The Daily Journal, emm… Lively Stories,  tapi nggak tersedia. Ternyata terlintas nama The Journal Story dan terdengar menarik, jadilah judul blog sampai sekarang. Padahal sebenarnya sih nggak punya arti. Maklum ya, jaman itu kan nggak mudeng sama grammar bahasa enggres padahal sudah tamat SMA. Sekarang malah jadi trademark seorang Ginny 
Pengen ganti jadi yang lebih SEO friendly, tapi apa ya?
Doi: (nulis di selembar kertas, lalu ditempel di jidat) diary-accu-s3h4r!-hA12i.wordpress.com
Saya: Hoeks! 

Nggak penting kan? Selamat! Anda telah menghabiskan 3 menit untuk membaca sesuatu yang betul-betul tidak berkenan ini. LOL.

Update:

Akhirnya per tanggal 1 Desember saya memutuskan untuk mengganti nama dan menggunakan hosting berbayar untuk blog pribadi saya tercinta tiada duanya ini, sekalian refresh lagi ilmu ke-Wordpress-an yang sudah saya tinggalkan abaikan sejak satu setengah tahun lalu. Seperti yang kamu baca, namanya kini menjadi Gin and Tea. Saya dulu waktu belum tobat suka Gin, dan saya suka Tea. Jika digabungkan, jadilah nama belakang dengan spelling yang alay seperti saran Doi.

Well said.

Leave a Reply

error: Content is protected !!