Kata seorang teman, “Aku bisa melakukan sesuatu karena merasa jengah. Orang lain bisa, kenapa aku engga? jawabnya, begitu saya tanya kenapa dia lihai melakukan K-Pop dance.

Bisa melakukan sesuatu karena merasa jengah merupakan statement yang cukup menohok, and I could not agree more. Di tahun 2009 ketika saya pertama kali menyaksikan kakak-kakak kelas tiga (SMA) mengikuti Ujian Akhir Sekolah untuk mata pelajaran Seni Suara, saya menyiapkan diri karena mengambil pelajaran Seni yang sama. Dalam satu grup yang dibuat melalui undian, ada satu siswa yang mesti menunjukkan kemampuan bermain alat musik. Kalau nggak bisa, ember atau gelas berisi air pun jadi. Apa saja, selama nada yang dihasilkan harmonis.

Merasa jengah? Ya laaah. Ini mata pelajaran wajib, heu.

Pilihan alat musik saya jatuh kepada gitar. Masih ada satu tahun untuk menyiapkan diri. Rasanya belajar buat hanya sekedar bisa, tentu ini lebih dari cukup. Kenapa gitar? Saya ngefans berat sama Taylor Swift selain deretan band metal dan punk rock yang ada di playlist Winamp kala itu. Kebetulan ada pengajarnya juga. Terima kasih, mas mantan. *Eh.

Mempelajari gitar ternyata gampang-gampang susah. Saya bisa menghafalkan chord dalam waktu sebulan aja, switching chords dalam waktu tiga bulan, tetapi kendalanya ada di plucking (main gitar dengan cara memetik) dan tunning (menyetem gitar, ini karena dulu belum ada aplikasinya sih). Nah, ketika tiba hari-H ujian praktek, insting saya benar. Di kelompok saya, tidak satupun teman yang bisa main alat musik. Thank God! Belajar memang nggak pernah sia-sia.

Saya membawakan lagu “Westlife – My Love” untuk beregu dan “Sixpence None the Richer – Kiss Me” untuk lagu perseorangan.

ujian-seni-sma
Ujian seni suara di SMA, aib banget sih! XD
musikalisas-puisi
Jadi partner musikalisasi puisi untuk unjuk bakat dalam ajang King & Queen Universitas Udayana 2012. Mba Amorita ini pemenangnya! Unch, bangga akutu sama dia 🙂

Bertahun-tahun berteman dengan gitar—tapi nggak mahir-mahir, saya mulai menyerah lagi. Begitu bertemu pacar (sekarang suami) yang fasih main gitar, saya hanya setia jadi pendengar. Tahun 2016 saya pertama kali membeli sebuah Ukulele sebagai hadiahnya berulang tahun. Sayang seribu sayang, chord Ukulele yang berbeda dengan gitar membuatnya malas belajar. Benda ini jadi hunian apik para laba-laba pada akhirnya. Ukulele ini hanya dijamah oleh Wigar beberapa bulan belakangan—literally as his toy; dibanting, dilempar, kadang geregetan sama bunyi senarnya dia malah ketawa sendiri.

Perkara merasa jengah ini muncul kembali. Masa gitar aja dulu bisa, sekarang Ukulele yang cuma punya empat senar doang kaga bisa? 

Setelah iseng mempelajari lagu “Hindia – Rumah ke Rumah” yang lagunya cuma dimainkan dengan tiga chord saja… ternyata, Uke really suits me better. 

ukulele-chord-chart

Chord lebih gampang ketimbang gitar

Alasan utama kenapa saya menyukai ukulele adalah karena chord-nya lebih gampang dibandingkan gitar. Ini hanya preferensi pribadi. Jika memang tidak pernah memainkan gitarpun, saya rasa tetap mudah untuk mempelajari ukulele. Bahkan alat musik ini tergolong simpel untuk dipelajari oleh anak kecil.  

Jarak fret lebih dekat

Jari saya yang kecil nan mungil ini merasa cocok dengan ukulele sebab jarak fret-nya yang dekat. Bentuk ukulele lebih kecil ketimbang gitar (meskipun ukulele juga ada jenisnya) dan terdiri dari empat senar saja, membuat tangan saya lebih leluasa untuk berpindah chord.

Ukulele lebih murah

Untuk standar lokal berkualitas, harga ukulele di pasaran bisa didapatkan mulai dari 500 ribuan ke atas. Ini jauh lebih murah pastinya dibandingkan harga gitar termurah merk ternama. 

Gampang dibawa

Karena ukurannya kecil, gampang banget masuk tas kalau ingin dibawa bepergian. Mau belajar dimana aja bisa 🙂

Bunyi lebih khas 

Nada yang dihasilkan ukulele membuat saya teringat pantai. Memainkan ukulele berasa lagi ada di pantai berpasir putih dengan angin sepoi-sepoi ditemani nyiur melambai~

Mungkin ini yang dinamakan jodoh berada di waktu yang tepat—halaaah. Bertahun-tahun bermain gitar ternyata jari saya lebih memilih ukulele yang baru saja dikenal. 😀

Belajar memainkan alat musik ini murni saya lakukan secara otodidak. Nanti sharing lagi deh, akun Youtube mana aja yang saya subscribe untuk membantu belajar. Stay tuned~

Baca juga: Kegiatan Akhir Pekan Tanpa Biaya

gin-anf-tea-signature