Namaku: Reklamasi

Aku hanya peti mati yang belum jadi
hadiah dari pemburu pundi-pundi
untuk Bali
kedok orang rapi berdasi
yang katanya; “Ini demi membangun negeri!”

Lalu,
namaku bergaung seiring riuhnya petisi

Aku dengar suara lantang penagih janji
penjaga konservasi
berseru menantang pemegang kuasa maut
: “Penjaga laut tidak akan mengurug laut!”

Kenalkan, aku Reklamasi
direncanakan untuk kepentingan korporasi
nama baruku kini Revitalisasi
namun tetap,
Aku hanya
peti mati yang belum jadi.

P.S:
Puisi ini saya buat ketika mengikuti lomba di salah satu Fanpage media sosial. Meskipun saya nggak terlalu mengikuti benar berita terkini tentang isu ini, sedikit banyak yang saya tangkap bahwa memang sangat disayangkan sebenarnya kalau reklamasi dilakukan di Bali, sebab mengurug laut di sekeliling perairan Tanjung Benoa tentu akan memusnahkan hutan bakau terlebih dahulu, kan? Kondisi lingkungannya sudah sangat kritis, jangan dibuat tambah sekarat, please. Hmm.. tapi, aku mah apa atuh, hanya bisa buat tulisan ini sebagai bentuk penolakan.

Semoga saja pihak-pihak yang lobha (serakah) hatinya tidak akan pernah dapat meruntuhkan taksu yang dimiliki pulau ini.

Thank you for reading, fellas!