Cinta. Kenapa kamu selalu menjadi topik yang tak bisa terganti di situasi apapun? oleh siapapun?
Saya tahu, kamu punya andil besar untuk menghidupkan sisi lain seseorang, tapi bukan berarti kamu bisa mengacak-acak perasaan tuanmu sesuka hati.

Cinta, biarkan saya bicara.
Saya pernah menemuimu suatu hari. Saya pernah bertanya padamu tentang seseorang. Saya pernah bertarung melawan dirimu ketika saya tersakiti, dan disakiti.
Kenapa kamu menjadi sesuatu yang selalu diributkan?

Cinta.
Ketika saya bertemu denganmu, bahagia menyelimuti diri saya. Sementara temanmu sang rindu, menopang saya dengan agresifnya.Ada rasa yang tak terlukiskan, yang selalu menggeliat di benak saya, menggema di otak saya, menggetarkan pikiran saya.

Tapi… cinta… Saya kini terhempas karenamu.
Tersapu oleh kebodohan saya yang begitu memercayai kamu. Kamu yang selalu bilang, saya satu satunya orang yang pantas kamu dapatkan. Atau hanya saya saja yang ternyata terlalu memburumu, setelah kamu meninggalkan saya dengan sebuah goresan?

Cinta.
Apa hanya karena kata katamu, saya menjadi milik seseorang? Kenapa atas dasar dirimu, saya menjadi sebuah hak milik?

Lalu, cinta.
Rasa itu saya tulis untukmu.
Kamu terlalu sulit dijabarkan.
Terlalu rumit.
Tak cukup seumur hidup saya memelajari segala hal tentangmu.
Tapi satu hal yang pasti, saya memilikimu.

March 4, 2010