walk in the rain
smell flowers
stop along the way
build sandcastles
go on field trips
find out how things work
tell stories
say the magic words
trust the universe

Mendung seharian. Saya udah setengah mati nahan kantuk. Target sih udah kelar, kerjaan juga udah beres. Unfortunately, perlu nunggu 2 jam lagi sebelum denting jam kantor yang suaranya mirip kotak musik di film-film horror itu berbunyi. Kerjaannya klak-klik-klak-klik nggak jelas dari tadi; kadang ngetik artikel, kadang maintaning website kantor, ke Google+ Page, Facebook, Twitter, email, nge-update data siswa, belajar IELTS, curi-curi waktu order online shop, udah semua! Sampai akhirnya kembali ke kegiatan nomer 1: NAHAN KANTUK.

Sepuluh permen – mixed antara permen kopi dan permen mint rasa apel, abis dilalap. Tukang bakso klontang klontang di luaran ngetok-ngetok mangkok, asapnya ngebul menggoda iman. Beuh.

My Monday #3 is basically boring, as usual. I’ll meet Monday #4 and Friday and Saturday which are my perfect day at all, then I’ll finally meet Pre-Monday. Poor? Could be. Because it’s just not me, the only ‘poor’ person who face the boring situation almost everyday, but everyone does.
Ah, perlu digaris bawahi dan diperbesar bahwa:

Saat ini sudah memasuki musim hujan.

It means, hari yang boring akan semakin lengkap dengan kantuk saat musim hujan. Rindu bantal guling selimut dan si huge teddy, siap bobo cantik sepanjang hari. Apalagi kalau nggak ada isian Energi hmm.. misalnya makanan x cemilan² (E=mc²)? Beuh #2.

Eh tapi, hujan itu menyenangkan. Saya cinta hujan 100 kali lipat dibanding saya cinta cemilan². Berdiri di bawah hujan 10 menit biarpun kedinginan dan terancam kena flu, saya anggap berkah. Hujan itu seperti penyejuk ketika matahari berkuasa selama berbulan-bulan. Aroma tanah basah yang khas, angin dingin yang mencubit kulit, pokoknya suka! Musim hujan seakan ucapan maaf bagi saya dari langit Indonesia karena sampai pinguin hijrah ke gurun Sahara-pun, iklim Indonesia tidak akan mengubah butiran air jadi salju atau mengubah daun-daun pohon perindang jalan jadi berwarna merah menyala barang sehari.

Hujan membuat saya menyulap cerita menjadi tak terdefinisi jumlahnya. Saya suka abu-abu, transformasi langit biru jadi kelabu. I’m truly madly deeply in love with the rain. Persisnya ketika hujan memboyong semua ingatan saya menuju kumpulan arsip terdasar yang seluruhnya memuat tentang…

kamu.

Teriakkan: EAAAAAAAAAAAAAAAAAA~~~ *ROTFL*

Lots of love,